Perlengkapan Pompa ASI: Sudah Lengkap Belum?

Perlengkapan Pompa ASI: Sudah Lengkap Belum?

Halo Mamak-Mamak! Memompa ASI gak hanya dilakukan oleh Ibu yang bekerja loh. Banyak juga ibu rumah tangga yang memompa ASI untuk berjaga-jaga, kalau-kalau ada hari hujan (sesuatu yang tidak terduga).

Jadi, yuk kita cek perlengkapan apa aja sih yang perlu disiapkan dalam rangka memompa ASI. Semoga bisa membantu yah 🙂


1. Breast Pump Phillips Avent Single Electric

Waktu itu saya beli di Fany Baby ITC Kuningan dan kebetulan lagi diskon banget. Harga Avent Single Electric ini dari yang tadinya sekitar 1,8 juta turun jadi 1,4 juta. Menurutku pakai pompa ini sih enak-enak aja, dan sejauh ini saya engga punya keluhan sama sekali.

Oh ya, pompa avent single electric ini engga bisa dicharge. Jadi kalau engga ada colokan, terpaksa harus pakai empat buah baterai A4. Hmhm, tadinya sih niat saya supaya bisa mompa sambil nyetir (mungkin ga ya?). Tapi dipikir-pikir lagi, sayang juga yah pake batere mulu hehehe.

2. Breast Pump Phillips Avent Manual

Saya emang berniat untuk beli avent manual untuk jaga-jaga kalo misalkan listrik mati, dan lain-lainnya. Tapi ternyata setelah saya coba, pakai manual enak juga dan gak terlalu pegel kok. Malahan kalau lagi buru-buru bisa mompa lebih cepet daripada yang elektrik karena tuasnya bisa ditahan dan ASInya bisa keluar sekaligus banyak.

avent manual dan elektrik.jpg
Phillips Avent Manual dan Elektrik

Kalau kalian beli Avent Electric, kalian bisa beli tuas manualnya terpisah loh, seharga kurang lebih 200 ribuan, jadi lebih irit daripada beli satu set Avent Manual yang harganya kurang lebih 600 ribuan.

3. Kantong ASI

Sejauh ini saya hanya pernah memakai merk Gabag ukuran 180ml dan 100ml. Hanya aja baru-baru ini saya merasakan perubahan sama produk mereka yang baru. Tadinya kan penampilan Gabag ukuran 100ml biasa aja yah. Nah sekarang mereka ngeluarin yang versi boy dan girl.

Kantong Asi gABAG
Kantong ASI Gabag 100ml Versi terbaru yang BOY

Sayangnya kantong ASI versi baru ini plastiknya lebih tipis dari versi yang lama. Walaupun model samping, atas dan bawahnya masih sama.

4. Freezer

Kalau ini sih tergantung kebutuhan. Untuk ibu yang bekerja, rasanya freezer khusus ASI lumayan perlu, karena kan mereka perlu stok sebanyak-banyaknya sebelum masuk kerja (biar hati tenang gak ketar ketir gitu). Tapi kalau untuk ibu yang stay di rumah, saya rasa freezer di kulkas biasa aja udah cukup. Tapi balik lagi sih ke kebutuhan dan keinginan untuk stok masing-masing Ibu.

Saya sendiri akhirnya beli kulkas merk Aqua Sanyo yang 6 rak dengan harga kurang lebih Rp. 2.800.000,-. Saya beli kulkas dengan harapan nantinya bisa dipakai sama adik ipar yang bekerja atau saya jual lagi hehe. Terus biar semangat juga stok ASInya. Soalnya saya kan anaknya engga mau rugi, udah beli mahal-mahal hehe.

5. Apron Atau Apapun Yang Bisa Menutupi Kegiatan Pumping

Hari gini, model apron tuh udah macem-macem. Ada yang dari kaen lembut terus atasnya jaring-jaring, ada juga yang atasnya kawat. Ada yang cuma nutup depannya aja, ada juga yang nutup depan belakang.

Kalau saya sendiri paling suka yang apron atasnya kawat. Soalnya lebih gampang liat ketika lagi pumping atau bahkan lagi menyusui anak.

Nah, baru-baru ini, saya menemukan benda baru yang lebih enak dari apron untuk pumping. Mukena! Iya, entah gimana tiba-tiba aja saya kepikiran, kenapa engga pake mukena ajah. ternyata lebih nyaman buat saya pumping, hehe. Tapi kalau untuk menyusui sih, lebih enak apron, soalnya mukena gerah.

6. Botol Kaca

Saya menyediakan botol kaca ASI hanya untuk minum anak saya sehari-hari. Soalnya kalau dipikir-pikir, pakai plastik ASI jadinya mahal banget karena paling engga harus sedia 1 box selama 1 minggu. Sementara yang plastik ASI hanya saya gunakan untuk darurat kalau kehabisan dan untuk stok di freezer.

botol kaca BKA.jpg
Botol Kaca BKA

Untuk persediaan sehari-hari saya punya 24 botol kaca. Yah, cukuplah untuk perputaran ASI setiap harinya, bahkan masih lebih untuk jaga-jaga.

7. Cooler Bag

Karena saya sambil bekerja yang mengharuskan bawa laptop kemana-mana, jadi saya beli Gabag Calmo yang modelnya tas punggung dan bisa sekalian bawa laptop. Tempat penyimpanan ASInya juga termasuk besar dibandingkan tas Gabag yang bentuknya kotak dan selempangan.

Karena saya punya satu lagi Gabag yang selempangan, jadi saya bawa 2. Yang satunya untuk taro pompa ASI.

8. Ice Gel

Sejauh ini saya punya 4 Ice Gel yang besar bawaan dari cooler bag yang saya punya dan 4 Ice Gel kecil buat iseng-iseng sapa tau butuh, eh lumayan kepake juga hehe. Jadi di Gabag Calmo saya masukin 1 Ice Gel besar di atas botol dan 1 ice gel kecil di samping kanan dan kiri.

Ice Gel.jpg

Pernah juga cuma pakai 1 dan masih dingin kok sampai di rumah. Ditambahin buat jaga-jaga ajah siapa tau ada meeting sampai malem.

9. Sterilizer 

Saya dikasih hadiah saya temen saya Baby Safe yang 10 in 1 multifunction. Jadi dengan 1 alat tersebut, kita bisa steril sekaligus menghangatkan ASI. Sejauh ini sih oke-oke aja dipakenya. Hanya aja wadahnya kecil dan maksimal hanya bisa steril 5 botol per 15 menit.

Kalau engga ada sterilizer, bisa juga pakai panci, lebih irit lagi hehe.


Segitu aja kalau dari saya. Kamu punya tambahan barang lain yang sekiranya diperlukan? yuk share di kolom komentar 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s