Bubur Fay, Sarapan yang Paling Bikin Kangen dari Jatinangor

Bubur Fay, Sarapan yang Paling Bikin Kangen dari Jatinangor

Pernah gak sih kalian tinggal di suatu tempat terus karena satu dan lain hal, kalian akhirnya harus pindah dari tempat itu dan ngerasa beraaaat banget ninggalin makanan kesukaan kalian yang cuma ada di sana..?

Hal ini pernah kejadian sama aku beberapa tahun yang lalu. Ketika aku akhirnya harus meninggalkan Jatinangor dan kembali ke Jakarta karena sudah lulus kuliah. Satu hal yang paling berat untuk aku tinggalkan adalah, Bubur Fay ini! Sepele banget sih kedengerannya, cuma bubur gitu loh. Tapi percaya deh, ini bukan sembarang bubur! it’s not bubur you used to know!

Sejarah

Nama asli Bubur Fay sendiri sebenarnya adalah “Bubur Ayam Spesial Parantina”, tapi karena dahulu kala (tsailah..), Bubur Fay jualan di depan minimarket Fay, maka pelanggan pada menyebutnya Bubur Fay.

bubur fay 2.jpg

Bubur Fay sendiri sekarang sudah pindah tempat dan gak jualan di depan Minimarket Fay lagi (Minimarket Fay sendiri sekarang sudah tutup). Sekarang Bubur Fay jualan di sebelah kecamatan jatinangor, tepat di depan toko Brownies Amanda.

Tempat jualan Bubur Fay juga sama sekali engga mewah, cuma di bawah tenda dengan gerobak biasa. Tapi kadang saking penuhnya, pembeli sampai ngemper-ngemper makan di tangga ruko brownies Amanda.

bubur fay 1.jpg

Jangan harap masih dapat sisa kalau kalian datang ke Bubur fay jam 10. Biasanya jam 9 aja mereka sudah beres-beres.

Aku sendiri masih sempat mengalami membeli Bubur Fay yang masih jualan di depan Minimarket Fay. Waktu itu si Bapaknya masih ikut jualan, aa-aa paling tuanya masih kurus dan adiknya masih kecil. Terakhir kali aku makan Bubur Fay, sekarang aa-nya udah chubby dan adeknya udah gede, tatoan pula, hihi 😀 Yaiyalah, udah lebih dari 10 tahun yang lalu. Ketauan deh tuanya..

bubur fay 7.jpg

Rasa dan Keunikan

Kalau bubur untuk sarapan pagi yang biasa kita tau kan pakai kuah santan, trus pakai kerupuk merah dan sambelnya cabe merah yang encer. Kalau mau spesial pakai sate ampela, telor dan sebagainya. Biasanya juga bubur yang kita tau teksturnya lembek tapi engga encer-encer amat.

Bubur Fay beda dari kebanyakan bubur-bubur tersebut. Bubur Fay bertekstur encer seperti bubur Cina dan tidak memakai tambahan kuah lagi. Isinya sederhana banget, hanya terdiri dari ayam suwir, cakwe, bawang dan seledri. Tapi tanpa ditambah apapun rasa Bubur Fay sudah gurih dan enak banget!

bubur fay 5.jpg
INI ENAK BANGET

Nah, letak keunikan Bubur Fay ada di sambelnya yang memakai cabai kering ekstra pedas! Aduh, aduh, sambelnya ini yang paling ngangenin dan gak bisa ditemuin di tempat lain.

Ditambah dengan emping dan keripik bayam, lalu ditemani dengan teh panas, rasa Bubur Fay makin sempurna, ngangenin sampe kebawa mimpi! Gak heran deh kalau bubur ini banyak banget penggemarnya, baik dari kalangan mahasiswa sampai warga sekitar. Sampai-sampai mahasiswa yang udah bertahun-tahun lulus, senang menyempatkan diri untuk balik lagi ke Jatinangor demi makan Bubur Fay ini. Termasuk aku 😀

Price 10/10

Taste 10/10

Location 7/10 

Ambience 7/10

Will Return? (Yes)

Overall ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Bubur Ayam Spesial Parantina / Bubur Fay (Jatinangor)

Ini Bubur Fay yang asli, original dari Jatinangor dan rasanya paling enak. Buka sekitar jam 5.30 pagi sampai jam 9 pagi atau sehabisnya. Kalau ke Jatinangor, wajib banget dicoba!

Bubur Fay (Caman, Jatibening)

Buat kalian yang ingin coba bubur ini, tapi Jatinangor kejauhan, bisa coba franchise Bubur Fay yang letaknya di Bekasi ini. Aku sendiri sudah pernah coba. Lumayan sih. Cuma untuk rasa tetap lebih enak yang di Jatinangor.

Iklan

4 tanggapan untuk “Bubur Fay, Sarapan yang Paling Bikin Kangen dari Jatinangor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s