Ini 4 Hal Yang Membuat Kamu Ingin Jalan-Jalan ke Jepang Lagi dan Lagi!

Ini 4 Hal Yang Membuat Kamu Ingin Jalan-Jalan ke Jepang Lagi dan Lagi!

Halo para pembaca setiaku! Siapa di antara kalian yang punya mimpi untuk jalan-jalan ke Jepang? Memang tidak salah deh kalau kalian ingin jalan-jalan ke Jepang, karena Jepang memang salah satu negara yang unik dan sangat menarik untuk dikunjungi.

Kira-kira apa saja sih yang membuat Jepang begitu menarik perhatian wisatawan? Yuk kita simak kenapa jalan-jalan ke Jepang adalah sebuah pengalaman yang menakjubkan.


Jepang adalah salah satu contoh nyata bagaimana kerja keras dan ketekunan dapat membangkitkan suatu negara dari keterpurukan dan cita-cita yang kandas. Seperti yang telah kita ketahui, Jepang pernah mengalami masa-masa sulit setelah mereka menyatakan menyerah kepada tentara sekutu pada akhir Perang Dunia ke 2 tahun 1945.

Kemiskinan serta kelaparan merajarela dan tidak dapat dihindari, mengakibatkan kesengsaraan bagi rakyat Jepang. Jepangpun kehilangan wilayah-wilayah yang telah mereka kuasai semenjak akhir tahun 1800an. Senjata-senjata perang dihancurkan oleh tentara sekutu dan pengadilan bagi penjahat perang juga diadakan. Sedikitnya 500 petugas militer Jepang melakukan bunuh diri/harakiri pasca menyerahnya Jepang kepada tentara Sekutu.

ww2-jepang
Sumber: http://www.bbc.com

72 tahun telah berlalu dari akhir perang dunia ke 2 dan lihatlah bagaimana Jepang telah berkembang menjadi negara maju di bidang ekonomi, teknologi, robotik dan pariwisata.

Pada bidang pariwisata, Jepang berada pada urutan ke 9 dari total 141 negara di dunia, yang menjadikannya negara dengan pariwisata terbaik di Asia (Berdasarkan The Travel and Tourism Competitiveness Report tahun 2015).

Wah, mengagumkan banget yah. Perpaduan berbagai aspek seperti destinasi wisata, budaya, sistem transportasi sampai tingkat toleransi yang tinggi dari masyarakat Jepang membuat Jepang menjadi sangat layak, nyaman dan mudah untuk jadi destinasi wisata. Yuk kita bahas satu-satu!

1. Kegiatan Menarik

Ryokan

Buat temen-temen yang suka nonton Doraemon, pasti gampang banget ngebayangin seperti apa Ryokan itu. Ryokan adalah penginapan khas jepang yang sangat berbeda dengan hotel atau hostel kebanyakan. Ryokan menyuguhkan pengalaman menginap ala tradisional Jepang dengan menyediakan ruangan/bangunan yang beralaskan tatami/tikar, tidur dengan futon, pintu-pintu yang digeser, duduk di lantai yang dialaskan oleh zabuton, sampai berendam di Onsen.

Sudah kebayang kan kurang lebih seperti apa Ryokan itu? yah kalau menurutku sih seperti rumah Nobita 🙂 Di Ryokan, pengunjung diajak untuk merasakan kehidupan tradisional masyarakat Jepang. Sampai-sampai ada beberapa Ryokan yang menyediakan baju khas tradisional Jepang (yukata) untuk digunakan pengunjung di dalam Ryokan loh. Jadi kalau teman-teman ingin liburan bernuansa tradisional ke Jepang, jangan lupa luangkan malam untuk menginap di Ryokan yah!

Onsen

Berendam air hangat setelah lelah beraktivitas seharian? wah rasanya menyegarkan banget. Tapi gimana kalau berendamnya bersama dengan orang yang tidak kita kenal, tanpa menggunakan pakaian? waduh. Mungkin banyak masyarakat Indonesia yang berpikir 2 kali sebelum mencoba berendam air panas di Onsen. Pasalnya, berendam di Onsen memang tidak diperbolehkan sambil memakai pakaian, bahkan dengan handuk saja sekalipun.

onsen-jepang-2
Onsen di Hotel Kazurabashi, Shikoku. Sumber: boutiquejapan.com

Onsen sudah menjadi satu kebudayaan tradisional Jepang yang dijalankan turun temurun dari jaman Edo dulu. Hingga sekarang, Onsen banyak sekali menjamur di Jepang. Jenisnya pun bermacam-macam, ada yang memang airnya berasal dari sumber mata air panas yang mengandung banyak mineral berguna sampai Onsen dengan air panas buatan. Walaupun berbeda-beda, Jepang mempunyai standar baku mengenai mineral apa saja yang harus terkandung dalam air panas di Onsen.

Jangan khawatir dengan pandangan orang-orang Jepang yang menikmati Onsen bersama dengan kamu, karena mereka sudah terbiasa dan memandang tubuh orang lain dinilai sangat tidak sopan di Jepang. Justru mungkin kamu akan lebih malu dilihat oleh teman yang kamu kenal sendiri, hihi 🙂

Icip-Icip Makanan dan Minuman Khas Jepang

Bicara mengenai makanan dan minuman khas Jepang, tentunya banyak sekali yang bisa wisatawan coba. Dari mulai yang paling terkenal seperti udon, ramen, sake dan lainnya. Tapi untuk sekarang, coba kita bahas dari yang paling sering dicari deh, sushi!

Ibarat mencari warung nasi Padang di Indonesia, mencari kedai sushi di Jepang juga amatlah mudah. Hanya saja sebagai traveler yang tentunya gak setiap hari berada di Jepang, mau dong mencicipi sushi yang paling enak, segar dan tak terlupakan. Kalau kalian sedang berada di Tokyo dan ingin mendapatkan sushi dengan kriteria tersebut, hanya satu jawabannya, yaitu Tsukiji Fish Market.

Tsukiji Fish Market adalah pasar pusat penjualan ikan yang disebut-sebut sebagai pasar ikan terbesar di dunia. Aktivitas di Tsukiji Fish Market ini dimulai pagi-pagi sekali. Bahkan untuk pelelangan ikannya sendiri, yang pengunjungnya dibatasi maksimal 60 per hari, dimulai sekitar jam 3-4 pagi! Sementara untuk kedai sushi yang paling populer seperti Sushi Dai, antrian masuk restoran dimulai semenjak jam 5 pagi dan dapat berlangsung hingga 4 jam kemudian! Wah, apakah restoran sushi ini benar-benar layak untuk ditunggu? Berdasarkan banyak sumber nih: ya! Sushi Dai benar-benar layak diperjuangkan.

sushi dai.jpg
Sushi Dai. Sumber: desmondchieng.com

Selain Sushi Dai di Tsukiji Fish Market, ada lagi satu restoran sushi yang terkenal banget terutama setelah kisahnya diangkat di film dokumenter berjudul “Jiro’s Dream of Sushi”. Restoran sushi yang dijalankan dan hidangannya disiapkan sendiri oleh sang empunya yang sudah berumur 90 tahunan ini, terletak sedikit terpencil di lantai dasar sebuah bangunan di Ginza. Dengan interior dan penampilan luar yang sangat sederhana, Sushi Jiro nyatanya mampu menyabet 3 bintang Michelin dan menarik Presiden Obama untuk menyantap sushi di sana. Untuk menikmati Sushi Jiro, pengunjung harus reservasi paling tidak 6 bulan sebelum makan. Sedangkan harganya dibanderol hingga kurang lebih 4 juta rupiah sekali makan. Baiklah, mungkin kapan-kapan aku akan minta traktir Pak Jokowi untuk makan di Sushi Jiro 🙂

Festival

Festival di Jepang diadakan sepanjang tahun mulai dari festival Wakakusa Yamayaki yang diadakan di Nara pada bulan Januari hingga festival Omisoka yang dirayakan untuk menyambut akhir dan awal tahun. Beberapa di antaranya yang paling terkenal adalah festival Gion yang diadakan di Kyoto dan festival Salju yang diadakan pada bulan Februari di Sapporo.

Bagi traveler Indonesia yang negaranya merupakan negara 2 musim tanpa musim salju/dingin di dalamnya, mengunjungi Festival Salju di Sapporo menjadi sangat menarik. Festival yang sedikitnya mendatangkan 2 juta pengunjung dari segala penjuru dunia setiap tahunnya ini diadakan di 3 tempat, yakni Taman Odori, Susukino dan Sapporo Satoland. Festival salju yang diadalah di Taman Odori biasanya akan memamerkan pahatan-pahatan es dengan ukuran paling besar, sementara di Susukino, pahatan es yang dipamerkan biasanya lebih kecil.

Sapporo-Snow-Festival.jpg
Sumber: japanphototrip.com

Festival salju saat ini cukup terkenal hingga ke mancanegara, apalagi setelah diadakannya olimpiade musim dingin di Sapporo pada sekitar tahun 70an. Padahal, tadinya kegiatan membuat pahatan es hanya proyek iseng siswa sekolah pada tahun 1950an. Ternyata, hasil dari pahatan es mereka menarik perhatian penduduk. Pada tahun-tahun berikutnya kegiatan memahat es dan memamerkannya semakin berkembang, dari maksimal pahatan es setinggi 4 meter, menjadi 15 meter, lalu menjadi terlalu besar hingga pemerintah kota harus menyediakan alat berat untuk membantu pembuatan pahatan es, dan pada akhirnya kegiatan tersebut terus dilanjutkan dalam bentuk festival dan dapat mendatangkan jutaan pengunjung dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Modern and Popular Culture

Selain menyuguhkan budaya-budaya tradisional seperti Ryokan dan Onsen yang sudah dibahas sebelumnya, Jepang juga terkenal dengan budaya modern dan populernya seperti anime, manga, Harajuku fashion dan Japanese Idols.

Bagi penggemar anime dan manga, Akihabara, Ghibli Museum, Pokemon Center dan Fujiko F. Fujio dapat menjadi tujuan wisata yang tepat. Di Akihabara, kalian dapat menemukan banyak toko yang menjual pernak pernik yang berkaitan dengan anime dan manga. Selain itu, bagi para penggemar Japanese Idols seperti AKB48, kalian dapat mengunjungi teater resmi mereka yang terletak di Akihabara loh.

harajuku-style
Sumber: rebelsmarket.com

Ingin melihat lebih jauh lagi mengenai budaya modern Jepang? yuk kunjungi Harajuku. Di sana kalian dapat menyaksikan masyarakat Jepang berlalu lalang dengan baju yang cukup unik. Atau kalian mau ikutan sekalian?

Outdoor Activities

Banyak sekali aktivitas luar ruangan yang dapat dilakukan oleh para wisatawan. Salah satu yang paling terkenal adalah bermain ski yang biasanya dilakukan di Pulau Hokkaido. Untuk pengalaman terbaik dan termudah, kalian dapat mengunjungi kota Niseko yang berjarak 2,5 jam berkendara dari bandara Chitose, Hokkaido. Niseko menyediakan berbagai tipe penginapan, mulai dari tradisional hingga modern.

Masih di Hokkaido, wisatawan dapat mengunjungi Tomita Farm yang terletak di Furano untuk menikmati pemandangan ladang bunga Lavender yang luas. Jangan lupa coba es krim rasa Lavendernya yah.

tomita farm.jpg
Sumber: farm-tomita.co.jp

Oh ya, yang perlu diingat sebelum mengunjungi Tomita Farm, pastikan bunga-bunganya sedang musim mekar.

Sementara pada musim semi, wisatawan dapat merasakan indahnya bunga Sakura dengan berpiknik di tengah-tengah taman Sakura. Sama seperti lavender di Tomita Farm, sebelum memutuskan ingin menyaksikan bunga Sakura di Jepang, ada baiknya wisatawan dapat memastikan terlebih dahulu kapan bunga tersebut akan mekar.

hanami.jpg
Sumber: maconmonitor.com

Mekarnya bunga Sakura menandakan datangnya musim semi, oleh karena itu Sakura mekar di waktu yang berbeda-beda di setiap kota. Biasanya Okinawa menjadi pulau pertama, sementara Hokkaido menjadi pulau terakhir tempat mekarnya bunga Sakura.

3. Etika dan Kebiasaan Masyarakat Jepang

Masyarakat Jepang adalah orang-orang dengan toleransi sangat tinggi kepada orang lain. Jadi jangan heran kalau sekarang mereka mengusung travel muslim friendly agar para wisatawan beragama muslim dapat jalan-jalan ke Jepang dengan lebih nyaman. Di beberapa tempat, Jepang menyediakan restoran halal, dan bahkan mushola bagi muslim yang ingin menjalankan ibadah sholat.

Mereka juga dikenal ramah namun sayangnya bahasa inggris mereka sulit untuk dipahami karena aksen Jepang yang sangat kental. Sehingga pada awalnya mereka terkesan dingin dan cuek, padahal mereka hanya tidak ingin berbahasa inggris. Namun, ketika wisatawan membutuhkan bantuan, kebanyakan dari mereka akan berusaha untuk dapat membantu. Jadi jangan khawatir untuk bertanya apabila kebingungan ketika jalan-jalan di Jepang yah.

etika jepang.png
Sumber: duncansensei.com

Masyarakat Jepang juga sangat menghormati para wisatawan, oleh karena itu, sudah sepatutnya mereka yang berkunjung ke Jepang juga menghormati kebiasaan, etika dan adat istiadat orang Jepang. Mengingat beberapa hal di antaranya tidak masalah jika dilakukan di Indonesia, maka ada baiknya untuk mengingat hal-hal dasar dalam beretika di Jepang sebagai berikut:

  1. Tidak menancapkan sumpit di nasi
  2. Tidak makan sambil berjalan
  3. Menyeruput mie ketika makan
  4. Membungkuk ketika memberi salam
  5. Tidak memberikan tip
  6. Melepas alas kaki ketika akan masuk ke rumah
  7. Tidak memakai alas kaki apapun ketika ke ruangan dengan tatami/tikar
  8. Antri

Setelah membaca etika-etika dasar tersebut, tidak sulit kan untuk dilakukan? 🙂

4. Transportasi

Setelah membahas beberapa tempat wisata yang ternyata tersebar di seluruh Jepang. Tentunya salah satu pertanyaan yang diajukan adalah, “bagaimana nih cara mencapai tujuan wisata tersebut?”. Jangan khawatir, Jepang memiliki salah satu sistem transportasi terbaik di dunia yang memudahkan masyarakatnya dan pengunjung wisata untuk berpergian dari satu kota ke kota lainnya.

Sejauh ini kereta api masih menjadi alat transportasi utama di Jepang. Salah satu penyedia jasa kereta api terbesar di Jepang adalah Japan Railways. Untuk menarik minat wisatawan mancanegara, Japan Railways mengeluarkan JR Pass/tiket terusan khusus bagi para wisatawan untuk berkeliling Jepang menggunakan kereta dengan harga paling ekonomis.

shinkansen.jpg
Sumber: japantimes.co.jp

Dengan perpaduan antara budaya modern dan tradisional, destinasi wisata yang indah, penduduk yang ramah serta toleran dan transportasi yang memadai, sungguh menakjubkan dan mudah bukan untuk jalan-jalan ke Jepang? Yuk, jalan-jalan ke Jepang 🙂

Iklan

20 tanggapan untuk “Ini 4 Hal Yang Membuat Kamu Ingin Jalan-Jalan ke Jepang Lagi dan Lagi!

  1. Aku baru balik dr jepang, dan sumpah pgn balik lagi :D. Cinta banget ama ni negara.. Kita 10 hr di sana, pake jr pass, kita bisa explore 10 kota. Tapi ga pake tur mba, kita atur sendiri, supaya bisa lbh murah dan seru :). Aku tergila2 ama rollercoaster mereka. Kmrn ke nagashima spa land nyobain steel dragon yg masuk k rollercoaster terpanjang sedunia, relnya ampe 2.4 km. Trs ke fuji Q, naik takabisha rollercoaster tercuram no 2 sedunia. Gilaaaaa aku nagihhhh!!! Makanya pgn bgt balik lagi ke sana. Ini lg nyari tiket lagi 😀

  2. Ini impian bangeeet.. Kalo bisa mah lanjut kuliah disana juga.
    Anakku bahkan pengen banget ke museum Ghibli, soalnya dia suka film-filmnya kayak Totoro, kiki’s delivery, Ponyo, Marnie, Spirited Away dll. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s