Welcoming Newborn Kitties!

Welcoming Newborn Kitties!

Hallo! Setelah sebelumnya saya sudah mem-publish postingan Welcoming Cemong into This Family! beberapa bulan yang lalu mengenai Cemong — si kucing baru kita, sekarang saya membawa berita bahagia sekaligus duka!

Cemong sudah melahirkan 6 ekor anak kucing! Tapi sayang, beberapa dari anaknya mati.

*Di video tertulis Pemakanan, harusnya Pemakaman

Kehamilan Cemong pada awalnya agak disangsikan oleh kita sekeluarga, karena dia cuma beberapa kali berhasil kabur dari rumah dan tidak dalam waktu yang panjang. Walaupun emang pada akhirnya kita pernah menemukan dia telentang di tengah-tengah TIGA Kucing Jantan. Hm, entah apa yang mereka lakukan beberapa saat sebelum dipergoki oleh adik saya.

Nah, terjadi perdebatan antara saya, suami dan adik saya mengenai apakah Cemong hamil atau tidak. Saya sendiri tidak begitu yakin, terkadang saya pikir dia hamil, tapi terkadang tidak. Memang, beberapa kali dia menunjukkan gejala hamil seperti; suka nyempil-nyempil ke tempat yang gelap seperti lemari baju, lemari sepatu, bahkan lemari gelas. Belum lagi selera makannya yang luar biasa sampai-sampai dia tega memanipulasi keluarga yang telah merawat dia!

Saya pun segera meng-google ciri-ciri kucing hamil, dan saya malah makin bingung hingga akhirnya saya pikir, Cemong tidak hamil, karena dia hanya menunjukkan 2 ciri dari banyak ciri kucing hamil.

Baiklah, kehidupan bagi keluarga kita berjalan seperti biasa, begitu juga kehidupan Cemong yang diisi dengan dielus, disayang, ditimang, digendong dan diajak bobo bareng oleh kita.

Sampai pada suatu hari semuanya berubah ketika kita menemukan sesuatu dari ‘bagian belakang’-nya Cemong. Sesuatu yang encer dan berwarna merah. Darah yang bercampur dengan cairan entah apa.

Pada saat itulah kita yakin kalau Cemong sedang hamil. Pantesan aja semakin hari dia semakin berat dan perutnya jadi agak gendut. Tadinya kita pikir dia gendut karena kebanyakan makan. Sejak itu juga kehidupan Cemong sedikit berubah, kita jadi engga berani gendong-gendong dia lagi dan kita jadi lebih manjain dia. Contohnya seperti; beliin keset baru untuk dia boboan di pojok ruang makan, beliin makanan yang mahalan, kasi makan setiap dia minta. Mungkin kalau waktu itu dia mencoba minjem duit ke saya, akan saya kasih.

2015-08-03 04.53.56
Cemong yang Endud

Saya pun segera menghitung-hitung kapan tanggal kelahiran Cemong. Tentunya dengan mengira-ngira kapan terjadinya pembuahan. Kebetulan saya punya video Cemong yang lagi beger gesek-gesek secara ekstrem ke kaki saya dan saya ingat beberapa hari setelah itu, dia tidak lagi menunjukkan tanda-tanda ingin kawin. Berdasarkan hitungan saya tersebut, Cemong kira-kira akan melahirkan pada tanggal 21 Agustus 2015!

Manusia boleh mengira-ngira, tapi tanggal lahiran Tuhan jua yang memutuskan. Hehe. Pada tanggal 20 Agustus, tepat di hari libur saya, saya memutuskan untuk bobo jam 10 pagi. Belum nyenyak tidur saya, saya dikejutkan oleh suara barang-barang jatuh dari bawah. Benar saja perkiraan saya, ternyata Cemong yang buat ulah. Saya pun membereskan isi lemari yang di-aur-aur oleh si Cemong dan berpikir, “hari ini Cemong belum saya kasih makan. Tumben”, pikir saya. Dan saya tiba-tiba tersadar kalau saya tidak kasih karena tadi pagi saya lihat tempat makannya masih penuh. Saya bergegas ke kamar Cemong dan memperhatikan tempat makannya. Ternyata itu makanan tadi malam yang tidak disentuh sama sekali. Hm mengabaikan makanan, sama sekali tidak terdengar seperti Cemong.

Saya jadi punya feeling kalau sebentar lagi Cemong akan melahirkan. Lalu saya tanya ke Cemong, “Mong, kamu kenapa? sakit? mau melahirkan?”. Tentu saja pertanyaan saya tidak dijawab. Memang sulit menghilangkan kebiasaan ngomong sama kucing. Saya perhatikan Cemong lebih jauh. Biasanya kalau Kucing mau melahirkan, dia akan ribut mengeong sana-sini. Tapi Cemong emang biasa jarang mengeong dan sekarang dia menatap wajah saya dan.. “Ew”. Itu suara yang dikeluarkan oleh Cemong, si Kucing yang bahkan ketika minta makan saja tidak mengeong.

Anehnya, dia seperti tidak mau ditinggal, kemana-mana ngikutin saya. Saya bobo, dia ikutan bobo. Saya duduk dia ikutan duduk. Saya pergi dia juga ikutan pergi. Sungguh aneh. Sampai tiba-tiba saya melihat sesuatu yang aneh dari balik badan Cemong yang sedang tiduran. Genangan air bercampur sedikit darah. Walaupun saya belum pernah hamil, belum pernah lihat orang atau kucing melahirkan. Rasanya saya tau kalau itu air ketuban.

2015-08-19 12.22.29
Cemong dan air ketubannya yang mengalir

OMG, ternyata tanggalnya mundur dari perhitungan saya. Saya pun mulai panik, panik, panik. Saya ambil HP dan saya kirim fotonya ke suami dan adik-adik saya. Tanpa tendensi apapun kecuali saya pengen mereka tau aja apa yang sedang saya hadapi saat itu. Selain air ketuban yang cair, Cemong ternyata juga meneteskan darah, merah, segar! Selain itu, karena saya lagi masak, saya tidak langsung bersihin air ketuban Cemong. Tapi pas saya mau bersihin, ternyata Cemong udah jilat-jilat itu air ketuban sampe kering dong.. Saya yang kaget dan ilfil cuma bisa bilang, “makasih Mong, udah dibersihin. Kalo kamu jadi manusia pasti kamu orang yang higienis”.

2015-08-19 11.57.11
Darah segar Cemong

Hm, baiklah, dia akan melahirkan hari ini! Jadi Cemong saya giring ke pojokan di ruang makan yang sudah dialasi keset (baru loch), saya matikan juga lampunya biar sesuai dengan suasananya. Saya perhatiin ternyata emang si Cemong udah ngeden-ngeden gitu dan karena saya denger kucing engga suka kalo melahirkan sambil ditonton manusia, jadi saya tinggal ke ruang TV. Si Cemong bukannya meneruskan aksi ngedennya malah panik ngikutin saya ke ruang TV dan selesai ngedennya. Ampun deh.

Gak lama, karena angin sepoi-sepoi dari kipas angin, saya ketiduran di bangku ruang TV. Tiba-tiba Cemong naik ke atas kaki saya. Saya diemin aja, mungkin dia lagi manja. Tapi kok agak basah ya? Dan lama-lama jadi beneran basah! Ketika saya lihat ternyata si Cemong lagi-lagi mengeluarkan air ketuban (tidak sebanyak yang pertama) di kaki saya. Please dech Mong, dari seluruh tempat, lokasi dan spot yang ada di muka bumi ini, dan kamu ada di kaki MAJIKAN ketika aer ketuban kamu keluar -_______- udah engga ngerti lagi rasanya.

Setelah beberapa jam Cemong ngikutin kemanapun saya pergi, anaknya masih belum ahir juga. Tebakan saya pada waktu itu anaknya ada 4. Sampai malam tiba dan saya bersiap mau tidur, Cemong belum juga melahirkan. Akhirnya saya menyerah dan tidur juga.

Pagi harinya, saya langsung cek keadaan Cemong. Makanan sama sekali tidak disentuh, air juga tidak diminum dan ada 2 anak kucing kecil masih basah di perutnya :).

Wahhh.. Cemong, selamat ya. Akhirnya kamu melahirkan juga. Tapi waktu saya perhatikan, kok perutnya masih keliatan gede ya? dan ketika saya pegang, saya masih merasakan ada anak kucing di dalam perutnya.

Cemong melahirkan 2 anak kucing. Yang satu berwarna putih sementara satunya lagi berwarna belang dan diberi nama Alexa. Alexa ini dari masih kecil sudah kelihatan lemes dan kecil. Berbeda dengan Alexi si putih yang berbadan chubby dan segar.

Ternyata, setelah beberapa saat saya perhatikan, Cemong mengangkat badannya dan.. ada seekor anak kucing lucu yang mati gepeng karena ketindihan Cemong yang gendut banget.

2015-08-20 08.48.41
Poor Kitties.. BTW itu yang biru baju renang ibu saya dari 25 tahun yang lalu.

Malamnya, ternyata setelah dicek, Cemong kembali melahirkan 3 anak kucing dengan kondisi mati yang mengenaskan. Berikut gambarnya. Mohon perhatiannya bahwa mungkin beberapa orang akan menganggap gambar ini menganggu.

2015-08-20 20.53.15
Kasian banget 😦 Ada sesuatu seperti daging di kepalanya dan punggungnya seperti terbelah 😦

Keesokan harinya, saya kembali memperhatikan Alexa, ternyata dia lemah banget dah gak bisa nyusu walaupun mulutnya udah ditempelin ke puting Cemong. Akhirnya, kita kasih dia susu kucing melalui pipet. Cemong yang setelah menyusui Alexi dateng ke ruang tengah dan kita kasih dia Alexa, Kita pikir dia bakalan males sama Alexa, tapi ternyata Cemong ngendus-ngendus Aleza terus bawa kabur dia balik ke kandangnya. Sayang, keesokan paginya ketika saya cek, Alexa sudah tidak bernyawa 😦

2015-08-20 11.15.34
Death Alexa

Sekarang, anak Cemong hanya tinggal si Chubby Alexi, semoga aja Alexi sehat terus ya!

2015-08-20 21.01.54
Cemong dan Alexi
Iklan

6 tanggapan untuk “Welcoming Newborn Kitties!

  1. hai kakk.mau tanya dong, yang pas air ketubannya pecah itu ada bau sesuatu gitu gak ya ? karena saya gak berpengalaman, kucing saya hamil dan memang mengeluarkan darah cair seperti kasus kakak diatas, dia gak mau makan juga, dan darahnya itu keluar udah 2-3 harian belum berhenti, itu kucing kakak ngeluarin darah berapa hari ya waktu itu ? Saya less experience tentang kucing nih kak, mohon bantuannya terimakasih.

    1. Halo Dewi Anida, waktu itu gak nyium bau apa-apa sih di sekitar air ketuban kucingku dan waktu itu kucingku juga cuma berdarah agak banyak di hari itu aja. Keluar juga sih beberapa hari sebelum dan sesudah tapi engga banyak dan cuma setitik-titik gitu. Kucing kamu ngeluarin darahnya banyak engga? kalau banyak dan berhari-hari mending dibawa ke dokter.. moga kucingnya engga papa yah 🙂

  2. Mba mau tanya, pas awal ngeluarin darah+cairan dari pantatnya dan ketahuan kalo dia hamil sampai waktu kelahiran kira2 berapa lama ya? Thanks 😃

    1. Kalau aku suka merhatiin/nyatet kira2 kapak kucingku kawin, perkiraan lahirnya kurang lebih 2 bulan dari waktu dia kawin.

      Kalau dari keluarin darah dan cairan, kira2 dia bakal ngelahirin hari itu atau besoknya 😉😉 semoga bisa bantu yah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s